Friday, November 16, 2018

Harga Nebulizer di Apotik Kimia Farma


Teman-teman penderita asma tentunya kenal dan akrab dengan instrumen yg satu ini.

Dari pengalaman salah satu penderita asma turunan, biasanya serangan asma bermula dari gejala-gejala pendahuluan atau dipicu hal-hal berikut ini:

1. Tenggorokan sakit.

2. Batuk disertai dahak.

3. Cuaca dingin.

4. Asap rokok.

5. Influenza.

6. Batuk tak putus-putus tak tertahankan akibat tenggorokan gatal.

Apabila sudah timbul tanda-tanda diatas, beberapa orang menyiapkan obat pelega pernapasan.

Kadangkala meminum obat untuk mengatasi sesak nafas tidak efektif, belum lagi waktu yg cukup lama sampai obat benar2 diserap tubuh dan melegakan pernapasan.

Pemakaian nebulizer & ventolin inhaler dirasa tepat sasaran langsung ke pusat masalah, apalagi kalau sudah terdengar bunyi "ngiiik-ngiiiik" karena saluran pernapasan yg semakin sempit.

Nebulizer disini semakna dengan terapi uap, merupakan alat untuk mengubah cairan (obat) menjadi uap atau membentuk sistem aerosol.

Proses pengubahan ukuran partikel yg terjadi pada nebulizer kita kenal juga sebagai inhalasi.

Sebelum nebulizer dengan mudah kita dapati dijual bebas secara umum, para penderita asma merasa sangat kesulitan untuk melakukan pengobatan.

Dari segi waktu maupun biaya.

Pasien harus datang ke rumah sakit dan mengikuti segala tektek-bengek prosedurnya, ditambah menghabiskan biaya yg tidak sedikit setiap kali penguapan.

Biaya inhalasi mencapai Rp 75.000 s/d Rp 350.000 pada masanya.

Dengan hadirnya nebulizer portable ukuran mini pastinya akan sangat memudahkan.

Tidak perlu antri panjang di rumah sakit, siap pakai dimana saja dan kapan saja begitu serangan datang.

Hemat waktu dan biaya bukan?

Diproduksi dalam banyak merk di banyak lokasi, saat ini hanya ada dua brand yg terpampang di Kimia Farma apotek.

1. Family Dr. Nebulizer TD 7012 seharga Rp 1.320.000,-.

2. Philip Nebulizer Innospore Ess. seharga Rp 8.504.988,-.

Obat inhaler-nya pun sudah mudah didapatkan di banyak apotik.

Happy nebulizing!